Dimuat tuh....

>> Tuesday, November 4, 2008

Hehehe...ternyata ada juga yang baca....



Baca selengkapnya di sini ya...

Read more...

Terpisah

>> Wednesday, October 29, 2008

Read more...

Aku? Kami!

>> Wednesday, October 15, 2008

Beberapa hari setelah liburan Idul Fitri selesai, rasanya tiba-tiba rumah menjadi sepi. Yah, tidak terlalu sepi sih... Hanya saja, sepertinya di saat bulan puasa, malam pun terasa ramai. Apalagi ketika sahur. Duh, sepertinya saya merindukan bulan Ramadhan. Selain bisa menuai banyak pahala tentu saja, bulan Ramadhan-lah yang bisa membuat saya kenyang di saat makan walau dengan porsi yang sedikit. Ramadhan pula-lah yang selalu membuat saya bertemu waktu subuh tanpa telat sedikit pun. Saya benar-benar merindukannya... Namun ada sesuatu yang benar-benar ‘menohok’ saya di bulan Ramadhan yang lalu. Sebenarnya sih, ini mungkin bukan masalah yang penting. Tapi..ah, menurut saya ini cukup penting kok....

Jadi begini. Suatu waktu, entah kenapa, tiba-tiba saya merasa aneh ketika mendengarkan lagu tema sinetron favorit saya saat menyantap sahur. Ya, “Para Pencari Tuhan” adalah salah satu dari sedikit judul sinetron yang bisa saya nikmati jalan ceritanya. Apalagi ini merupakan sekuel kedua dari sinetron religi yang memulai debut pertamanya setahun yang lalu. Artinya, saya sudah setia mengikuti jalan ceritanya hampir selama dua tahun berturut-turut, di saat bulan ramadhan tiba. Tapi, apa sih yang membuat saya tiba-tiba merasa aneh? Saya lalu mengerutkan dahi. Otak saya kemudian berpikir keras menganalisa keanehan yang tiba-tiba terasa.

Saya lalu dengan seksama mendengarkan lagu “Para Pencari Tuhan” yang dinyanyikan oleh band Ungu. Aha! Saya tahu! Lirik lagu temanya-lah yang tidak lazim. Ada sedikit keganjilan di liriknya. Coba simak saja bagian refrain-nya:

Akulah para pencari-Mu ya Allah
Akulah yang merindukan-Mu ya Robbi
Tunjukkanku jalan yang lurus untuk ku tapakkan langkahku
Akulah para pencari-Mu ya Allah
Akulah yang merindukan-Mu ya Robbi
Hanya ditangan-Mu ya Allah, tempat ku pasrahkan hidupku




Coba perhatikan lebih lanjut bagian lirik “Akulah para pencari-Mu”. Subyek tunggal “aku” dirangkai dengan kata “para” yang merupakan bentuk jamak. Aneh bukan? Kalau menurut saya, seharusnya...“Akulah sang pencari-Mu”, atau “Kamilah para pencari-Mu”. Iya kan? Betul tidak? Saya tidak salah kan? Hehehe....

Kalau dipikir-pikir, sangat aneh membayangkan kejadian ini. Berapa banyak dari 230 juta jiwa penduduk Indonesia yang menyadari hal ini? Yah, meskipun tidak sepenting peristiwa kenaikan harga BBM dan ditangkapnya Ryan, saya merasa sudah ‘tertipu’ dan ‘terlena’ selama setahun belakangan. Memangnya apa sih yang saya kerjakan setahun yang lalu, di saat sinetron “Para Pencari Tuhan” sesi pertama mulai menggunakan theme song lagu dari band Ungu ini, sehingga saya benar-benar tidak menyadari ‘keanehan’ ini? ^^;

Read more...

Iseng-Iseng Tidak Berhadiah

>> Friday, September 12, 2008

Video ini saya buat bersama beberapa teman se-komplek. Ide awalnya sih hanya untuk iseng, tapi tenyata cukup bisa membuat banyak orang tertawa tuh. Hehehe... Tapi yang pasti, dua hal yang membuat saya menderita dalam mengerjakan video ini adalah: men-direct dan mengedit klip ini. Huff...



*) Lagu tema yang dipakai: "In The Jungle" - The Beach Boys

Read more...

  © Blogger template Romantico by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP